LOADING

Type to search

Berita Kesejahteraan

[PENTING DAN GENTING] PKB Baru Harus Di Tahun Ini !!!

LASKAR PLN May 16, 2018
Share

Jakarta, 16 Mei 2018

Diawali pemberitahuan mendadak dari Direktur HCM Bpk. Muhammad Ali melalui sambungan telephone kepada Ketua Umum kami Sdr. Tonny Ferdinanto di hari Selasa (15/05/2018), DIR HCM bermaksud untuk mengundang LASKAR PLN untuk berdiskusi dengan Direktur Utama Bpk. Sofyan Basir pada hari ini (16/05/2018). Dalam pembicaraan singkat melalui telephone tersebut Bpk. M. Ali belum sempat menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya pertemuan tersebut.

Tak pelak, pemberitahuan tersebut pun membuat DPP LASKAR PLN terpaksa harus mereschedule beberapa agenda kegiatan organisasi yang sudah diagendakan jauh-jauh hari termasuk hari ini kunjungan Ketua Umum ke Medan dalam rangka agenda pengembangan organisasi. Dan akhirnya, kami pun bergegas memenuhi undangan tersebut.

Bertempat di salah satu hotel bintang lima di bilangan wilayah Senayan Jakarta, DPP LASKAR PLN dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Ketua Umum Sdr. Tonny Ferdinanto, Sekretaris Jenderal Sdr. Arwan Sanni, dan Ketua Departemen Kesejahteraan Anggota Sdr. Bimbi Islakhudin telah stand by di tempat menunggu kedatangan Bpk. Dirut sejak pukul 15.00 WIB sesuai undangan yang seyogyanya dapat dimulai pukul 16.00 WIB.

Di tempat tersebut ternyata telah menunggu beberapa pengurus DPP dari serikat pekerja yang lain, di antaranya dari Serikat Pegawai PLN hadir Ketua Umum Sdr. Yan Herimen beserta beberapa pengurus-pengurus lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Dan juga nampak pengurus DPP dari Serikat Pekerja PLN Lt. 9 di antaranya Sekjend Sdr. M. Abrar Ali, Sdr. SPA, dan juga Sdr. Parsahatan Siregar.

Seolah kawan yang telah lama tak bertemu, salam dan peluk hangat disertai canda tawa mewarnai suasana pertemuan kami kala itu. Ini menggambarkan bahwa perbedaan bukanlah sebuah hal yang patut dipermasalahkan. Mengingat tujuan kami semua sama, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai PLN.

Setelah sekian lama kami semua menunggu, baru sekitar pukul 19.00 WIB Direktur Utama Bpk. Sofyan Basir akhirnya sampai di lokasi pertemuan. Ditemani oleh Bpk. Bambang Dwiyanto selaku Sekretaris Perusahaan PT PLN (Persero) yang lebih awal hadir, kami para serikat pekerja disambut hangat oleh beliau.

Dalam pembukaannya Direktur Utama menyampaikan bahwa beliau telah 3 (tiga) tahun memimpin perusahaan ini, beliau menghimbau agar kami semua para serikat dapat memanfaatkan sisa waktu kepemimpinan beliau sebaik-baiknya. Karena disampaikan oleh beliau, bahwa jatah beliau memimpin perusahaan ini tinggal 1,5 (satu setengah) tahun lagi. Dan beliau sadar, saat ini beliau masih mempunyai PR besar, yakni PKB (Perjanjian Kerja Bersama) yang sampai saat ini belum juga kunjung menemukan titik penyelesaiannya.

Beliau pun menambahkan bahwa apapun isi PKBnya nanti, jika sudah ada kesepakatan di antara tim yang akan berunding, beliau pun bersedia dengan mudah menandatangani isi PKB tersebut, mengingat saat ini PKB yang tak kunjung selesai ini harus segera direalisasikan karena banyak klausul-klausul mengenai kesejahteraan pegawai PLN yang saat ini sudah tidak relevan lagi dengan PKB yang lama.

Seperti diketahui, terhitung sudah 8 tahun PKB di PLN tidak pernah lagi diperbaharui.
Seyogyanya, PKB harus diperbaharui setiap 2 tahun sekali. PKB terakhir periode 2010-2012 yang sampai saat ini masih berlaku walaupun dalam pelaksanaannya terkesan banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh manajemen dengan lahirnya beberapa PERDIR maupun SK Direksi yang bertentangan dengan isi di dalam PKB dan merugikan kesejahteraan pegawai PLN.

Itikad baik dari Bpk. Direktur untuk mempertemukan kami para serikat pekerja yang ada di PT PLN (Persero) guna membahas kelanjutan PKB ini perlu mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya, mengingat PKB merupakan dambaan seluruh pegawai di berbagai penjuru Nusantara wilayah kerja PLN, dan sangat ditunggu-tunggu segera kehadirannya.
Karena banyak hal yang menyangkut kesejahteraan para pegawai dan keluarganya yang perlu ditingkatkan dan diperbaharui kembali.

Diawali oleh Ketua Umum Serikat Pegawai PLN Sdr. Yan Herimen mendapatkan kesempatan pertama untuk bicara, beliau mengingatkan kepada Pak Dirut agar dapat segera merealisasikan PERDIR yang mengatur Pernikahan Antar Pegawai di PLN yang merupakan tindak lanjut mengenai Putusan MK No.13/PUU-XV/2017 tanggal 14 Desember 2017 yang telah membolehkan Pernikahan Antar Pegawai dalam satu perusahaan. Baliau juga sempat menyampaikan permasalahan mengenai pegawai usia pensiun 46 tahun kepada Bpk. Dirut.

Terakhir, beliau menyampaikan harapan kelanjutan PKB ini dapat menemukan titik terang, dengan melepas segala kepentingan para pengurus serikat yang hadir dalam pertemuan ini mengingat banyak hak-hak pegawai yang harus lebih kita pentingkan dan diakomodir dalam PKB yang baru.

Ditanggapi oleh Bpk. Dirut, bahwa telah banyak tuntutan dari berbagai pihak kepada beliau agar dapat segera menuntaskan PKB ini. Beliau meminta kepada serikat pekerja yang ada di PLN untuk bersatu dan segera merampungkan PKB, bagaimanapun itu caranya, dan jangan sampai berlarut-larut. Bahkan beliau juga mengingatkan kami bahwa tujuan utama kita semua berserikat ini tak lain adalah untuk kepentingan karyawan dan menjaga perusahaannya.

Giliran pada kesempatan kedua, Sekretaris Jenderal SP PLN Lt. 9 angkat bicara. Perundingan PKB yang tengah berjalan di tahun 2014 tiba-tiba dihentikan. Ditanggapi oleh Sdr. SPA yang baru saja mengikuti training perundingan PKB bahwa agar PKB dapat dilaksanakan harus ada 2 (dua) persyaratan yakni yang pertama memiliki anggota lebih dari 10% jumlah pegawai dan yang kedua harus memiliki bukti legalitas pencatatan pendaftaran serikat pekerja dari instansi terkait yang menangani permasalahan ketenagakerjaan.

Di tengah-tengah pembicaraan Sdr. SPA tersebut, Bpk. Dirut langsung momotong dan menanggapi bahwa jangan bicara kondisi ideal atau legal. Karena untuk mencapai hal yang ideal tersebut dalam kondisi saat ini merupakan hal yang mustahil. Oleh karena itu, kami (Dirut) mengumpulkan kami semua saat ini di ruangan ini untuk membahas mengenai kesepakatan bersama bagaimana mewujudkan PKB yang harus segera diselesaikan. Turunkan ego dan gengsi kalian para pengurus untuk segera menandatangani PKB yang telah dinanti-nanti ini.

Kesempatan berikutnya, dari LASKAR PLN Sdr. Tonny Ferdinanto menyampaikan, bahwa selama hal tersebut untuk kebaikan para pegawai dan perseroan, peningkatan kesejahteraan para karyawannya, LASKAR PLN akan selalu support. Beliau menyampaikan tujuan Bpk. Dirut mempertemukan semua serikatnya malam ini adalah agar dapat duduk bersama untuk bergabung dalam tim perunding PKB dan yang menjadi permasalahannya di sisi SP PLN Lt. 9 yang masih berkeberatan akan hal itu.

Ditanggapi oleh Sdr. SPA dan Abrar bahwa perihal pembahasan perundingan PKB yang dilakukan oleh seluruh serikat pekerja yang ada di PLN tersebut sudah berkali-kali disampaikan di Rapimnas kepada para KDPD, dan hasilnya sebagian besar KDPD SP PLN Lt.9 tidak menyetujui adanya hal tsb.
Para KDPD se-Indonesia dalam Rapimnas tersebut menginginkan bahwa perundingan PKB tetap dilakukan oleh SP PLN Lt.9.

Bpk. Dirut menyarankan agar pengurus DPP SP PLN Lt.9 dapat membangun keyakinan, memberikan opini dan pandangan kepada para KDPD mitigasi dan resiko jika PKB ini tak kunjung terselesaikan. Bahwa ada kepentingan yang jauh lebih penting dan sudah dinanti oleh ribuan pegawai dan keluarganya.

Dengan nada lembut Bpk. Dirut berkali-kali menyampaikan, tolong rendahkan ego kalian, legowo-lah kalian, ini demi kepentingan bersama.

Sdr. SPA juga berkeluh kesah kepada Bpk. Dirut, bahwa dengan adanya surat PT PLN (Persero) No.1003/SDM.06.01/DIVHCMS/2017 tanggal 20 Juli 2017 membuat mereka menjadi sulit untuk berkoordinasi dengan struktur organisasi di dalam tubuh mereka lantaran segala fasilitas untuk menjalankan roda organisasi kini telah dicabut oleh perusahaan. Sehingga Sekjend SP PLN Lt.9 Sdr. Abrar akhirnya meminta kepada Bpk. Dirut untuk memulihkan marwah organisasi mereka, dengan mencabut surat No. 1003 tersebut.

Perlu diketahui bahwa inti dari surat PT PLN (Persero) No.1003/SDM.06.01/DIVHCMS/2017 tanggal 20 Juli 2017 mengenai Penjelasan tentang SP PLN tersebut adalah mencabut segala fasilitas berorganisasi kubu SP PLN Lt.9 dan SP PLN Lt.3 termasuk berhubungan industrial dengan manajemen seperti LKS Bipartit, tim investigasi, dan perundingan PKB sampai permasalahan dualisme kepengurusan di antara mereka dapat diselesaikan.

Diskusi pun berjalan panjang dan alot.
Dan akhirnya, Sekjend SP PLN Lt. 9 Sdr. M. Abrar Ali pun membuka diskusi mengenai pemetaan komposisi tim perunding jika akan diisi oleh unsur seluruh serikat yang ada di PLN,.

Sdr. Bimbi yang merupakan Kadept. Kesra LASKAR PLN pun selaku anggota Tim LKS Bipartit Tingkat Pusat juga menegaskan, bahwa sudah pernah dilakukan pembahasan mengenai Strategi Pembaharuan PKB ini dalam Rapat LKSB Pusat, dimana ada 3 (tiga) perwakilan SP PLN Lt.3 (H. Adri) dalam keanggotan Tim LKS tersebut. Dan mereka telah sepakat bahwa dalam rekomendasi LKS Bipartit tersebut dinyatakan bahwa skenario yang diambil, langkah pertama adalah mengedepankan musyawarah untuk menempatkan wakil-wakil setiap serikat pekerja di PLN dalam perundingan PKB agar PKB ini dapat segera mungkin terealisasikan.

Dan akhirnya, di pembahasan tersebut meruncing tentang komposisi tim perunding PKB adalah sbb :
Dari SP PLN Lt.9 5 (lima) perwakilan, Serikat Pegawai PLN 3 (tiga) perwakilan, dan LASKAR PLN juga 3 (tiga) perwakilan.

Secara prinsip SP PLN Lt.9 yang dalam hal ini diwakili oleh 3 (tiga) orang di ruang tersebut menyetujui komposisi di atas. Namun mereka akan tetap membawa hal ini ke forum Rapimda dan Rapimnas untuk didiskusikan dengan DPD-DPDnya. Kemudian mereka juga menawarkan beberapa persyaratan mengenai aturan main, dan juga meminta bahwa Ketua dan Sekretaris Tim Perunding harus dari SP PLN Lt.9.

Terakhir, sebelum ditutupnya pertemuan kami menyampaikan kepada Bpk. Dirut terkait kabar pembayaran THR pegawai muslim, IKS dan Bonus. Mengingat kebutuhan mendesak para pegawai untuk tahun ajaran baru anak sekolah dan pendidikan kuliah mereka. Dan Bpk. Dirut pun berjanji akan mendesak divisi-divisi terkait di PLN Pusat untuk dapat segera menyelesaikan proses penilaian dan merealisasikan pembayarannya di bulan Mei ini.

Dan pertemuan ini pun diakhiri dengan bersalaman disertai ucapan maaf antar seluruh peserta pertemuan. Semoga pertemuan ini merupakan titik terang lahirnya PKB baru yang telah dinanti-nanti oleh seluruh pegawai PLN di Indonesia…

#2018PKBBARU 👆

Dirilis oleh
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat
LASKAR PLN

LASKAR PLN

Serikat Pekerja Laskar PLN (Lembaga ASpirasi KARyawan PLN) adalah DNA baru Serikat Pekrja PLN yang modern, mandiri, dan berintegritas dengan motto Semangat Baru Tingkatkan Kesejahteraan.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
30 + 5 =