LOADING

Type to search

Berita Kesejahteraan

Direktur Perencanaan PLN : Tak Ada Penggadaian Aset Fisik dalam Skema Sekuritisasi Aset PLN

LASKAR PLN May 24, 2017
Share

Kembali LASKAR PLN terus berupaya untuk berperan aktif mengawal proses bisnis perusahaan dan peduli terhadap adanya isu-isu miring berkaitan dengan eksistensi PLN dalam tugasnya sebagai penyelenggara pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, kali ini para pengurus LASKAR PLN melakukan Dengar Pendapat dan Pengumpulan Data-Fakta terkait dengan rencana skema permodalan yang akan ditempuh oleh PLN yakni Sekuritisasi Pembangkit terbesar se-Asia Tenggara PLTU Unit 1-7 Suralaya yang diberitakan oleh banyak media mengarah pada kecenderungan penjualan aset yang saat ini dimiliki oleh PLN.

Ditemui oleh para pengurus DPP, DPD dan DPC saat itu yakni Tonny Ferdinanto (Ketum LASKAR PLN), jajaran pengurus DPP antara lain Bambang Adiwijanarko, Arief Ibrahim Wuller, para Ketua DPD yakni Hermawan, Ahmad Harits, serta beberapa Ketua DPC yakni Alex Triyanto, Ulil Absor dan Adwi Rohmansyah di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan pada Senin 22 Mei 2017 di sela-sela acara jamuan makan malam, Direktur Perencanaan PLN Ibu Nicke Widyawati mengungkapkan rasa senang bercampur bangga karena dapat kembali bertemu dengan para generasi muda yang kritis, energik, dan peduli terhadap isu-isu yang berkaitan dengan eksistensi dan kelangsungan proses bisnis perusahaan besar seperti PLN ini.

Diskusi dibuka dengan penyampaian maksud dan tujuan LASKAR PLN dalam agenda kali ini oleh Ketua Umum LASKAR PLN Tonny Ferdinanto yang tak lain ingin membahas mengenai isu Sekuritisasi Aset yang rencananya akan ditempuh oleh Direksi di tahun ini guna menambah permodalan dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional sesuai yang diamanatkan pemerintah dalam RUPTL. Dan beberapa pertanyaan kritis dari para pengurus LASKAR PLN yang hadir di sana pun langsung dijawab oleh Ibu Nicke dari mulai pertanyaan mengenai latar belakang mengapa PLN harus mengambil langkah sekuritisasi, kekhawatiran akan lepasnya aset PLN, siapa saja investor yang akan terlibat, dan apakah hal ini akan berdampak pada bonus yang diterima oleh karyawan.

Keinginan kami sebagai ujung tombak yang berada di garis terdepan pelaku proses bisnis di PLN, bahwa aset berharga yang dimiliki oleh PLN saat ini jangan sampai dimiliki oleh investor asing hanya karena saat ini kita sedang butuh modal besar dan harus mengambil keputusan terakhir. Walaupun kami yakin dengan likuiditas perusahaan sebesar PLN dan adanya peran pemerintah di belakangnya yang tidak diragukan lagi, namun potensi risiko tetap ada dan kemungkinan apapun masih bisa terjadi, sehingga kami menghimbau kepada direksi agar dapat terbuka, lebih bijak dan teliti lagi dalam implementasi pengelolaan proses bisnis perusahaan salah satunya dalam hal pencarian permodalan dengan skema sekuritisasi aset.

Jika sampai ke depan aset berharga tersebut sampai dikuasai oleh tangan asing, maka tak ayal yang terjadi adalah kita harus membeli energi dengan harga yang mahal dari swasta, dan harus menjualnya dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah, ujungnya keuntungan yang didapatkan oleh PLN pun akan semakin kecil sehingga kecil harapan bahwa PLN akan mampu tumbuh besar dan yang dirugikan adalah para pegawai di dalamnya yang terus bekerja tak kenal lelah demi tercapainya target-target yang sudah ditetapkan sementara kesejahteraan akan semakin menjauh dari apa yang diharapkan.

Apa latar belakang PLN mengambil langkah Sekuritisasi?

Kita (PLN) mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan nasional, hal tersebut membutuhkan modal yang besar. Dengan dana yang dimiliki PLN saat ini, PLN masih belum mampu melaksanakan tugas dari pemerintah tersebut walaupun setahun yang lalu kita telah menaikkan nilai aset melalui Revitalisasi Nilai Aset yang dimiliki oleh PLN dari angka 600 Trilyun menjadi 1.100 Trilyun.

Bagaimana teknis Sekuritisasi Aset yang akan dilakukan?

Seolah sudah mempersiapkan visi dan perencanaan yang matang, Direktur Perencanaan PLN menepis adanya isu-isu miring yang menyatakan rencana penggadaian aset fisik yang dimiliki PLN oleh para Direksi. Ibu Nicke menjamin bahwa tidak ada aset fisik yang dijaminkan/digadaikan. “Yang kita jaminkan adalah keuntungan yang akan kita dapat 5 tahun mendatang dari pembangkit Indonesia Power UBP Suralaya dan akan kita gunakan untuk saat ini, karena kita butuh modal besar untuk melaksanakan pembangungan listrik seperti yang diamanatkan oleh pemerintah, yang kita jaminkan adalah keuntungannya bukan assetnya” ungkap beliau.

Dari apa yang dikemukakan oleh beliau di atas, dengan analogi lain kita dapat menyimpulkan bahwa seperti yang terjadi di dunia perbankan saat ini. Semisal sebuah bank ingin melakukan sekuritisasi kepada investor untuk menambah modal guna memberikan pinjaman kepada nasabah dengan kuantitas yang lebih besar, maka bank tersebut akan menjaminkan piutang yang ada pada nasabah kepada investor yang berminat.

Semisal bank tersebut mempunyai piutang kepada nasabah sebesar 10 T, kemudian piutang tersebut dijaminkan kepada investor sehingga memperoleh uang sampai dengan 5 T, dan jika dalam tempo yang sudah ditentukan bank tersebut tidak mampu mengembalikan dana 5 T plus bunganya kepada investor, maka piutang bank tersebut kepada nasabah sebesar 10 T itu menjadi milik investor. Dan sebaliknya, jika bank tersebut mampu mengembalikan dana 5 T plus bunganya sebelum tempo yang ditentukan, maka piutang sebesar 10 T kepada nasabah aman dan tetap menjadi milik bank tersebut. Jadi tak ada penjaminan aset fisik yang terjadi di sini.

Digunakan untuk apakah nantinya jika dana hasil sekuritisasi aset itu sudah didapatkan?

Dana hasil sekuritisasi aset digunakan untuk memperbaiki aset-aset milik PT Indonesia Power yang sudah mengalami penurunan performa dan juga peremajaan aset-aset yang sudah tua ataupun pembangunan baru sehingga kinerja peralatan dapat ditingkatkan dan harapannya aset yang bekerja dengan optimal akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Dana yang diperoleh dari sekuritisasi aset Indonesia Power akan kita gunakan untuk Indonesia Power kembali, jadi dana tersebut tidak ke mana-mana. Adapun kebutuhan lain di luar itu kita secara rutin masih dibantu oleh pemerintah dan bank dunia sampai saat ini.

Siapakah pemodal/pihak yang akan dilibatkan dalam Sekuritisasi Aset?

Kami (direksi) sudah melakukan roadshow ke beberapa lembaga keuangan antara lain dengan menggandeng Danareksa, Taspen, Beberapa Lembaga Asuransi, dan lain-lain, bahkan dana pensiun PLN juga bisa ikut serta.

Mengapa keuntungan dari PLTU Suralaya yang dijaminkan, bukan pembangkit yang lain?

Yang dijaminkan adalah piutang IP kepada PLN atas penjualan listrik dari PLTU Suralaya 1-7 (jadi bukan menjaminkan keuntungan) dan PLTU Suralaya merupakan pembangkit listrik yang paling produktif yang dimiliki PLN saat ini, dan tentu saja secara otomatis kita serta para investor melihat unit (PLTU) yang sehat. Jadi keputusan ini kita ambil dengan memperhatikan dan memitigasi segala kemungkinan/risiko bila sampai terjadi force majeur.

Adakah kepentingan lain para investor selain hanya meminjamkan dananya?

Ketika kami tanyakan mengenai adanya kepentingan lain para investor yang tertarik dengan sekuriti aset pembangkit Suralaya dan bagaimana upaya direksi untuk mengatasi hal itu, beliau menjawab bahwa investor yang ditunjuk mempunyai kredibilitas yang tinggi, dan kami (Direksi) tidak main-main dalam memilih investor sehingga sangat kecil kemungkinan adanya investor yang masuk di sini dengan kepentingan lain selain mencari keuntungan dengan skema perputaran dana yang sudah dituangkan dalam perjanjian nanti.

Apakah sekuritisasi aset akan mempengaruhi bonus yang diterima oleh karyawan?

Terkait dengan pengaruh terhadap bonus yang diterima oleh karyawan, sekuritisasi ini tidak akan berpengaruh pada hal tersebut. Sebaliknya, sekuritisasi aset ini bertujuan untuk meningkatkan performa aset yang dimiliki PLN saat ini, dengan harapan bahwa aset yang dapat beroperasi secara optimal akan menghasilkan keuntungan secara maksimal.

Mengapa bisa terjadi keterlambatan Pembayaran IKS tahun ini?

Di sela-sela diskusi yang sudah hampir berakhir, kami juga mempertanyakan kabar terkait dengan keterlambatan pembayaran IKS Semester 2 2016, mengapa jika memang memungkinkan mengapa tidak dibayarkan sebagian terlebih dahulu. Beliau menjawab bahwa keinginan yang sama tersebut juga dimiliki oleh beliau, dan beliau menghimbau untuk dapat memfilter informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, dan dapat mengambil informasi dari forum diskusi seperti Alco agar mengetahui informasi real yang terjadi.

Menanggapi fenomena kenaikan TDL saat ini, apakah subsidi listrik sudah dicabut?

Terakhir, Ketua Umum juga mempertanyakan permasalahan subsidi listrik dari pemerintah karena seperti yang saat ini terjadi di masyarakat bahwa subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA Rumah Tangga Mampu telah dicabut per 1 Mei ini. Beliau menjawab bahwa berdasarkan peraturan perundangan, subsidi listrik wajib diberikan oleh Pemerintah atas selisih harga jual terhadap BPP, dimana subsidinya dapat diberikan melalui PLN atau langsung kepada pelanggan subsidi. Ke depannya Pemerintah merencanakan untuk memberikan subsidi langsung kepada masyarakat miskin melalui Kartu Indonesia Sejahtera.

Dan diskusi ini pun ditutup dengan sesi foto bersama disertai dengan beberapa candaan kecil yang mengiringi berakhirnya pertemuan kami pada kesempatan ini.

Apapun langkah yang diambil oleh direksi dalam pengelolalaan proses bisnisnya, perlu kita perhatikan dan senantiasa kita ingatkan. Sebagai pembawa aspirasi kita harus berada di sana untuk selalu andil dalam mengawal dan mengawasi proses bisnis perusahaan agar langkah Direksi tidak menyimpang dari visi dan misi perusahaan ini. Rencana ke depan adalah dengar pendapat dan pencarian literatur lain akan terus kami lakukan agar data dan fakta mengenai skema sekuritisasi ini dapat terungkap dengan jelas. Kami akan berdiskusi dengan salah satu perbankan yang sudah pernah melakukan sekuritisasi aset sebelumnya dalam waktu dekat ini.

Dirilis oleh
Dewan Pimpinan Pusat
LASKAR PLN

Tags:
LASKAR PLN

Serikat Pekerja Laskar PLN (Lembaga ASpirasi KARyawan PLN) adalah DNA baru Serikat Pekrja PLN yang modern, mandiri, dan berintegritas dengan motto Semangat Baru Tingkatkan Kesejahteraan.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
9 × 14 =